BANDAR LAMPUNG - BBPOM di Bandar Lampung menghadiri kegiatan ADVOKASI PENGAWASAN PANGAN FORTIFIKASI KE PEMDA WILAYAH SENTRA PANGAN FORTIFIKASI DAN WILAYAH PRIORITAS PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH LAMPUNG, yang dilaksanakan pada 17 Oktober 2024. Kegiatan tersebut dihadiri secara daring TB Chaerul Dwi Sapta, SH., M.AP, Direktur SUPD III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Pada kegiatan tersebut Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Ani Fatimah Isfarjanti menyampaikan bahwa penurunan prevalensi stunting pada Balita merupakan agenda utama Pemerintah Republik Indonesia, dengan ditetapkan nya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, maka upaya percepatan penurunan stunting dilakukan secara konvergen oleh kementerian/lembaga serta pemerintahan daerah terkait dalam bentuk intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
salah satu intervensi sensitif adalah peningkatan akses pangan bergizi, diantaranya adalah akses pangan fortifikasi. BPOM turut serta dalam kegiatan pengawasan pangan fortifikasi sebelum produk tersebut diedarkan, selain itu BPOM juga memiliki fokus dalam upaya pemenuhan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) di tingkat sarana produksi, pengawasan terhadap jenis dan jumlah fortifikan yang ditambahkan, serta penilaian pemenuhan persyaratan mutu pada saat registrasi izin edarnya.
UPT Badan POM yang berada di Provinsi Lampung telah berperan aktif dalam mendukung program penurunan stunting melalui program sampling dan uji sampel pangan fortifikasi. Sarana produksi pangan fortifikasi di wilayah kerja Balai Besar POM di Lampung sebanyak 35 sarana produksi garam/MGS (30 garam dan 5 MGS) dan wilayah kerja Loka POM di Kab Tulangbawang sebanyak 2 sarana produksi garam.
Hasil pengujian pangan fortifikasi tahun 2023, garam sebanyak 60 sampel (42 MS dan 18 TMS), tepung terigu sebanyak 15 sampel (15 MS) dan minyak goreng sawit 30 sampel (20 MS dan 2 TMS). Hasil pengujian pangan fortifikasi sampai dengan September tahun 2024, garam 40 sampel (18 MS dan 22 TMS), tepung terigu 25 sampel (23 MS dan 2 TMS) dan minyak goreng sawit 5 sampel (4 MS dan 1 TMS).
Selain itu, Balai POM di Lampung memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan pangan pada kegiatan Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa dan Bimtek Komunitas Desa dalam rangka Program Desa Pangan Aman dengan lokus tahun ini di Kota Bandar Lampung dan Kab. Lampung Barat.
Ani Fatimah Isfarjanti mengharapkan kegiatan ini tidak hanya dapat menguatkan pengawasan pangan fortifikasi oleh BPOM tapi juga keterlibatan lintas sektor pemerintah daerah kota/kabupaten dalam pengawalan implementasi fortifikasi pangan di wilayah-wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai prioritas percepatan penurunan stunting