Bandar Lampung – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat Bumi Ruwa Jurai melalui agenda Refleksi Kinerja Tahun 2025 dan Outlook 2026 yang digelar di Galeri Layanan Edukasi (GALAKSI), Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi panggung transparansi atas pengawasan obat dan makanan yang dilakukan sepanjang tahun.
Kepala BBPOM di Bandar Lampung menyampaikan bahwa sepanjang 2025, pihaknya telah menjalankan pengawasan berbasis risiko yang ketat namun tetap humanis melalui edukasi publik dan pendampingan pelaku usaha.
Capaian Strategis: Dari Desa Aman Pangan hingga Dukungan Makan Bergizi Gratis
BBPOM di Bandar Lampung mencatatkan performa impresif di berbagai lini:
- Keamanan Pangan Nasional: Program ini berhasil menyentuh 5 desa, 12 sekolah, dan 1 pasar di Provinsi Lampung. Bahkan, Kota Metro, Kabupaten Pringsewu, dan Kabupaten Lampung Selatan kini resmi menyandang status Kabupaten/Kota Pangan Aman.
- Dukungan Program Strategis: BBPOM di Bandar Lampung turut menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjadi narasumber pelatihan manajerial serta melakukan pengujian laboratorium pada sampel makanan tersebut.
- Edukasi Massif: Melalui inovasi PIOM PINTAS yang bekerja sama dengan ASDP, edukasi keamanan pangan telah menjangkau lebih dari 19 ribu warga Lampung melalui 31 kegiatan publikasi di berbagai kanal media.
Ketegasan dalam Pengawasan dan Pengujian
Dalam fungsi pengawasan, BBPOM di Bandar Lampung memastikan tidak ada celah bagi produk berbahaya. Hal ini dibuktikan dengan:
- Realisasi Sampling 100%: Seluruh target sampling obat, kosmetik, hingga pangan olahan tercapai sepenuhnya.
- Laboratorium Akurat: Dari 1.525 sampel yang diuji, ditemukan 205 sampel yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
- Penindakan Hukum: Tercatat 14 kasus pelanggaran sepanjang tahun, di mana 3 kasus di antaranya telah diproses secara pro justicia.
Dukungan Penuh untuk UMKM dan Pelayanan Publik
Tak hanya mengawasi, BBPOM di Bandar Lampung juga menjadi mitra bagi pelaku usaha. Sebanyak 1.263 layanan publik telah diselesaikan, mencakup Sertifikasi CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) hingga pendampingan UMKM obat tradisional dan kosmetik agar mampu naik kelas.
Dedikasi ini membuahkan prestasi membanggakan, termasuk predikat Pelayanan Prima dan penghargaan PPID Terbaik I di tingkat UPT Badan POM selama tiga tahun berturut-turut.
Menatap 2026: Sinergi dan Kewaspadaan Masyarakat
Menyongsong tahun 2026, BBPOM di Bandar Lampung berjanji akan memperkuat inspeksi dan penindakan demi perlindungan maksimal. Masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk.