BBPOM Bandar Lampung Gelar Forum Konsultasi Publik: Wadah Aspirasi Menuju Layanan Publik yang Lebih Baik

22-09-2025 Balai Besar/Balai POM Dilihat 117 kali

Bandar Lampung – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Senin (22/9/2025) di Aula BBPOM Bandar Lampung. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kepala sekolah, kepala desa dari Lampung Selatan, pengelola pasar, pelaku usaha pangan dan obat tradisional, kepolisian, hingga media massa. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan pentingnya kerja sama dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di bidang pengawasan obat dan makanan.

Ani Fatimah menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan wadah penting untuk menjaring aspirasi, masukan, dan harapan masyarakat, sejalan dengan amanat UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pada kesempatan ini, BBPOM Bandar Lampung memaparkan adanya 9 layanan utama di BBPOM di Bandar Lampung, di antaranya layanan informasi dan pengaduan, layanan pengujian sampel pihak ketiga, dan layanan sertifikasi yang mencakup Izin CPPOB, CPKB, CPOTB, CDOB, Notifikasi kosmetik, SKE, dan SKI. Semua layanan terus ditingkatkan agar lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.

Forum berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dan masukan. Salah satu isu yang sering menjadi pembahasan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ani Fatimah menyampaikan bahwa BPOM juga berperan memberikan bimbingan teknis (bimtek) Kepada Sarjana Penggerak Perubahan Indonesia (SPPI) dan juga masuk kedalam Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas MBG di setiap provinsi dan kabupaten kota. Adapun materi bimtek yang diberikan BPOM kepada SPPI terkait kecukupan nilai gizi, penerapan sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), traceability (pelacakan distribusi pangan), serta pengelolaan KLB keracunan pangan (KLB-KP). BPOM juga memberikan pembekalan atau bimtek kepada SPPG adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengenai Keamanan pangan Pangan Olahan Siap Saji (POSS). Selain itu BPOM juga berperan dalam menguji sampel pangan yang berkaitan dengan MBG.

 Pada kesempatan ini hadir pula perwakilan dari BGN dan menekankan bahwa SPPI senantiasa mengingatkan SPPG akan pentingnya kebersihan, higiene, dan sanitasi, termasuk kewajiban untuk melakukan uji sampel air yang digunakan, sehingga pangan yang disajikan aman, sehat, dan terstandar. Mereka juga menyampaikan bahwa akan ada percepatan pembangunan Sarana Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) untuk mendukung kelancaran program MBG.

Selain isu MBG, pelaku usaha menyoroti perlunya percepatan proses pendaftaran produk di BPOM guna mendukung UMKM daerah. BBPOM menegaskan komitmennya untuk membantu dengan pendampingan dan koordinasi bersama pusat.

Perwakilan dari Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), menyampaikan harapan agar bisa bekerja sama dengan BBPOM dalam menangkal hoaks obat dan makanan di mana tentu saja hal ini disambut baik oleh BBPOM di Bandar Lampung. Sementara itu, pihak sekolah juga menanyakan langkah praktis untuk menjaga keamanan pangan agar anak-anak tetap sehat. 

Ajakan untuk Masyarakat

BBPOM Bandar Lampung mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dengan memberikan masukan, memanfaatkan layanan yang tersedia, serta mendukung keamanan pangan di lingkungannya. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, organisasi masyarakat, media, dan masyarakat luas, BBPOM optimis dapat menghadirkan layanan publik yang semakin baik, melindungi kesehatan, serta mendukung program nasional MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Sarana