Layanan

Sri Wulan Mega, S.Farm, Apt

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Thusy Eka Putri, S.Si

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Niniek Ambarwati, S.Si., Apt

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Dony Kusuma Wardhana, S.Farm, M.Si

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Sidhi Hutami Prameswari, A.Md

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Harisa Eka Septiarani, S.Kom

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Rani Ooktaviani

Pengujian

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Ryan Nobel Agastya, A.Md

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Devi Novianti, S.Si, Apt

Layanan Sertifikasi

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Rian Friansa, S.Farm, Apt

Layanan Sertifikasi

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

Leni Desfita, STP, MSc

Layanan Sertifikasi

  • Setiap Hari Kerja
  • Senin - Kamis : 08.00 - 16.30, Jumat : 08.00 - 16.00

bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah kosmetik yang sudah kedaluwarsa masih aman untuk digunakan?
bpom A
Jawaban:   
Produk kosmetik yang sudah melewati batas kedaluwarsa disarankan tidak digunakan kembali karena sudah tidak terjamin mutunya.

bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah produk kosmetika berupa krim dan sabun muka dari produsen yang sama, keduanya memiliki nomor notifikasi yang sama?
bpom A
Jawaban:   
Produk kosmetika dan sabun muka dari produsen yang sama, keduanya memiliki nomor notifikasi yang berbeda .

bpom Q
Pertanyaan:   
Bolehkah produsen kosmetika mendistribusikan produknya dalam bentuk bulk ke tempat pijat refleksi?
bpom A
Jawaban:   
Semua produk kosmetik yang beredar di pasaran harus ternotikasi di BPOM. Pendistribusian kosmetik dengan ukuran kemasan dan jenis kemasan (ukuran besar) yang diedarkan harus sesuai dengan jenis kemasan dan ukuran kemasan yang disetujui saat pendaftaran.

bpom Q
Pertanyaan:   
Bagaimana cara mengetahui batasan ukuran produk kosmetika yang diperbolehkan
bpom A
Jawaban:   
Tidak terdapat aturan yang membatasi ukuran produk kosmetika. Ukuran/netto kemasan besar harus dijelaskan distribusinya kemana, untuk menghindari terjadi nya re-packing.

bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah arti expired date pada produk kosmetik yang tertulis April 2016 ditujukan untuk kadaluarsa stikernya? apakah produk kosmetika tersebut masih bisa digunakan?
bpom A
Jawaban:   
Penulisan expired date ditujukan untuk masa kadaluarsa produk bukan stickernya, masa kadaluarsa yang hanya mencantumkan bulan dan tahun saja artinya produk tersebut dapat digunakan hingga akhir bulan tersebut.

bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah pada kosmetik yang akan didaftarkan, perlu mencantumkan call center (produsen/importir) produk tersebut pada kemasan?
bpom A
Jawaban:   
Penandaan kosmetika paling sedikit harus mencantumkan, salah satunya adalah nama dan alamat lengkap produsen, sesuai Peraturan Kepala BPOM Nomor Peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2015 Tentang Persyaratan Teknis Kosmetika.
Pencantuman nomor call center dikemasan tidak wajib dan tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing.

bpom Q
Pertanyaan :
Pada produk pangan yang mengklaim sumber vitamin C, berapa kandungan vitamin C yang harus ada pada produk tersebut? Produk ybs berbentuk cairan.
bpom A
Jawaban :
Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM No. 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan, Lampiran 1, bahwa produk dengan klaim sumber vitamin C dapat dihitung dengan 7,5% Acuan Label Gizi (ALG) per 100 ml (dalam bentuk cair).

bpom Q
Pertanyaan :
Bagaimana kebenaran berita di media sosial tentang E-Number pada Luwak White Coffe yang mengandung babi ?
bpom A
Jawaban :
Berita ini tidak benar. Silakan simak penjelasan BPOM RI pada http://www.pom.go.id/new/index.php/view/klarifikasi/26/Penjelasan-Badan-POM-Tentang-Kode-E-Numbers-Pada-Pangan-Olahan.html dan http://www.pom.go.id/new/index.php/view/klarifikasi/30/Kehalalan-Produk-Obat-dan-Makanan - serta-penggunaan-kode-E-Numbers.html

bpom Q
Pertanyaan :
Bagaimana penanganan jika terjadi keracunan di daerah?
bpom A
Jawaban :
Prosedur tetap KLB leading sektornya dinkes setempat melalui petugas kesehatan terdekat untuk melakukan penanganan korban, sampel dan investigasi korban sebagai data dukung untuk menetapkan penyebab keracunan yang akan diuji oleh Balai POM setempat.

bpom Q
Pertanyaan :
Apakah pengujian timbal sudah dihilangkan sebagai salah satu parameter pengujian yang dilakukan pada proses pendaftaran pangan olahan produk teh di BPOM?
bpom A
Jawaban :
Parameter pengujian yang dilakukan untuk pendaftaran pangan olahan sesuai dengan PerKa BPOM No. HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan atau dapat dilihat pada bantuan petunjuk penggunaaan hasil analisa di e-reg pangan olahan (http://e-reg.pom.go.id/index.php/bantuan/manual). Pada peraturan tersebut, pengujian timbal sebagai salah satu persyaratan pengujian yang harus dilakukan untuk pendaftaran pangan olahan di BPOM.

bpom Q
Pertanyaan :
Apa yang dimaksud dengan spesifikasi BTP pada data file pendukung e-registrasi pangan olahan?
bpom A
Jawaban :
Spesifikasi BTP adalah jika menggunakan BTP maka harus dilengkapi dengan jumlah bahan yang digunakan dan fungsi (golongan BTP). Lebih lanjut terkait hal tersebut dapat dilihat pada PerKa BPOM No. 12 Tahun 2016  tentang Pendaftaran Pangan Olahan (hal. 80).

bpom Q
Pertanyaan :
Apakah Health Certificate untuk 2 item produk pada pengajuan SKI boleh disatukan (tidak dijelaskan nama dan jumlah masing-masing item pada HC tsb)?
bpom A
Jawaban :
Pengajuan SKI untuk 2 item produk boleh dijadikan satu Health Certificate nya, namun pada Health Certificate tersebut perlu dituliskan nama dan jumlah masing-masing item.

bpom Q
Pertanyaan :
Bagaimana cara perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk pangan olahan yang mencantumkan Informasi Nilai Gizi (ING) ?
bpom A
Jawaban :
AKG dihitung berdasarkan hasil analisa zat gizi pertakaran saji dibagi dengan acuan label gizi pada kelompok atau target konsumen tertentu sesuai Perka BPOM No.9 tahun 2016 tentang Acuan Label Gizi

bpom Q
Pertanyaan :
Jika produk mi instan dikemas dalam plastik, kemudian dikemas dalam dus, apakah pada dus tersebut wajib dicantumkan nomor registrasi BPOM sesuai dengan yang tertera pada kemasan plastik?
bpom A
Jawaban :
Sesuai Perka no 12 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Pangan Olahan, bahwa nomor Izin edar adalah bagian dari label, label dicantumkan pada, di dalam dan atau di kemasan, sehingga pencantuman nomor Izin edar mengikuti letak label. Apabila di kemasan Dus mi ada Label, maka harus cantumkan nomor Izin edarnya.

bpom Q
Pertanyaan :
Apakah Peraturan Kepala BPOM Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Periklanan Pangan Olahan berlaku, dan berarti setiap iklan yang akan ditampilkan harus diajukan persetujuannya terlebih dahulu ke BPOM?
bpom A
Jawaban :
Peraturan Kepala BPOM Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Periklanan Pangan Olahan statusnya berlaku. Menurut peraturan tersebut pada Pasal 6 Ayat 3 disebutkan bahwa iklan Pangan Olahan tertentu sebelum dipublikasikan harus mendapat persetujuan dari Kepala Badan.

bpom Q
Pertanyaan :
Apakah iklan minuman beralkohol diperbolehkan ?
 
bpom A
Jawaban :
Sesuai Peraturan Kepala BPOM No 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Periklanan Pangan Olahan bahwa Setiap orang dilarang mengiklankan minuman beralkohol dalam media massa apapun

bpom Q
Pertanyaan :
Apakah roti di Indonesia aman ? mengingat banyaknya pemberitaan di Whatshapp tentang roti yang mengandung kalium Bromat
 
bpom A
Jawaban :
Kalium (Potassium) Bromat dilarang pada Pangan sesuai Permenkes 033/2012. Pilihlah roti yg sudah sertifikasi PIRT atau registrasi BPOM MD yang sudah dievaluasi keamanannya.

bpom Q
Pertanyaan :
Apakah arti digit angka pada NIE produk pangan? 
 
bpom A
Jawaban :
Sesuai Peraturan Kepala BPOM  No 12 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Pangan Olahan Pasal 74 ayat (3) disebutkan digit angka berisi informasi identitas pangan olahan yang meliputi perusahaan, lokasi produsen, nomor urut produk, jenis kemasan, dan jenis pangan.

bpom Q
Pertanyaan :
Apakah pencantuman tanpa MSG pada label produk pangan diperbolehkan?
 
bpom A
Jawaban :
Penulisan tanpa MSG tidak diperbolehkan pada label pangan. Informasi tanpa BTP hanya dapat mencantumkan informasi berupa keterangan tanpa pemanis buatan, tanpa pengawet, tanpa pewarna sintetis, tanpa antioksidan, tanpa penguat rasa. Pencantuman informasi tanpa BTP tidak diizinkan menggunakan dan/atau disertai pencantuman nama jenis BTP sesuai PerKa BPOM No.23 Tahun 2016 tentang Pencantuman Informasi Tanpa Bahan Tambahan Pangan pada Label dan Iklan Pangan.

Peraturan Apa Saja Yang Dapat Dijadikan Acuan Teknis Dalam Pendaftaran Pangan Olahan? 

Dalam penilaian keamanan pangan mengacu kepada semua peraturan yang terkait dengan  standar dan persyaratan pangan olahan, yang antara lain mengenai: 

1. Pendaftaran Pangan Olahan 

2. Kategori Pangan 

3. Cemaran Mikrobiologi dan Kimia 

4. Bahan Tambahan Pangan 

5. Informasi Nilai Gizi 

6. Klaim 

7. Pelabelan 

8. Pangan Steril Komersial 

9. Pangan Produk Rekayasa Genetik 

10. Pangan Organik 

11. Pangan Iradiasi 

12. Pangan untuk Keperluan Gizi Khusus 

Pangan Olahan Apa Saja Yang Wajib Didaftarkan Di Badan POM? 

Setiap pangan olahan baik yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk  diperdagangkan dalam kemasan eceran wajib memiliki Izin Edar yang diterbitkan oleh Kepala  BPOM RI. Pangan tersebut termasuk: 

a. Pangan fortifikasi; 

b. Pangan SNI wajib; 

c. Pangan program pemerintah; 

d. Pangan yang ditujukan untuk uji pasar; dan/atau 

e. BTP 

Adakah Pangan Olahan Yang Tidak Wajib Didaftarkan Di Badan POM?

Pangan olahan yang tidak wajib didaftarkan di BPOM, yaitu pangan olahan yang : 

a. Diproduksi oleh industri rumah tangga Pangan; 

b. Mempunyai masa simpan kurang dari 7 (tujuh) hari; 

c. Diimpor dalam jumlah kecil untuk keperluan: 

 1. Sampel dalam rangka pendaftaran; 

 2. Penelitian; 

 3. Konsumsi sendiri; 

d. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku dan tidak dijual secara langsung kepada  konsumen akhir; 

e. yang dikemas dalam jumlah besar dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir; f. pangan yang dijual dan dikemas langsung di hadapan pembeli dalam jumlah kecil sesuai  permintaan konsumen; 

g. pangan siap saji; dan/atau 

h. pangan yang hanya mengalami pengolahan minimal (pasca panen) meliputi pencucian,  pengupasan, pengeringan, penggilingan, pemotongan, penggaraman, pembekuan,  pencampuran, dan/atau blansir serta tanpa penambahan BTP, kecuali BTP untuk pelilinan.

Kriteria Apa Yang Harus Dipenuhi Pangan Olahan Yang Akan Didaftarkan?

Pangan olahan yang akan didaftarkan harus memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi  meliputi: 

a. parameter keamanan, yaitu batas maksimum cemaran mikroba, cemaran fisik, dan cemaran  kimia; 

b. parameter mutu, yaitu pemenuhan persyaratan mutu sesuai dengan standar dan persyaratan  yang berlaku; dan 

c. parameter gizi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan 

Selain itu, pangan olahan yang akan didaftarkan harus memenuhi persyaratan label, cara  produksi pangan olahan yang baik, cara distribusi pangan olahan yang baik, dan cara ritel  pangan olahan yang baik 

Bilamana Pendaftaran Pangan Olahan Diajukan Secara Terpisah? 

Pendaftaran pangan olahan diajukan secara terpisah, apabila memiliki perbedaan dalam hal: a. jenis pangan; 

b. jenis kemasan; 

c. komposisi; 

d. nama dan/atau alamat sarana produksi di wilayah Indonesia; 

e. nama dan/atau alamat sarana produksi asal di luar negeri; 

f. nama dan/atau alamat importir/distributor; atau 

g. desain Label. 

 Contoh: 

 1. Pengajuan produk dengan beberapa jenis varian rasa (misalnya rasa anggur, jeruk,  stroberi, dan sebagainya) dilakukan untuk masing-masing varian. Jika dalam satu kemasan  produk terdapat berbagai varian rasa (assorted), dapat didaftarkan juga dalam satu pengajuan. 

2. Untuk produk dengan beberapa ukuran gramasi (50 g, 100 g, 250 g, dan seterusnya)  dalam satu varian produk dengan desain label dan jenis kemasan yang sama, dapat didaftarkan  dalam satu pengajuan 

Bagaimana Ketentuan Pencantuman Jenis Kemasan (berat Bersih Satuan) Sesuai NIE Pada Produk Sosis Atau Bakso? 

Sesuai ketentuan Permendag No.31/M-DAG/PER/10/2011 tentang Barang dalam Keadaan  Terbungkus, pencantuman jenis kemasan (berat bersih satuan) sesuai NIE pada produk sosis  atau bakso cukup dicantumkan pcs nya saja, tidak perlu mencantumkan gram per pcs-nya (@  … g). Contoh: Plastik (400 g / 4 pcs) 

Apakah Pangan Olahan Yang Dijual Untuk Keperluan Hotel, Restoran Dan Katering Perlu Didaftarkan? 

Untuk pangan olahan yang langsung dijual ke hotel, restoran dan katering dan digunakan untuk  membuat pangan olahan lainnya tidak perlu didaftarkan, kecuali jika pangan olahan tersebut  dalam bentuk kemasan eceran (retail packaging) dan berlabel lengkap. 

Apakah Produk Yang Langsung Didistribusikan Ke Konsumen Dalam Bentuk Kemasan Eceran Pada Sebuah Food Service Yang Pada Penyajiannya Konsumen Menyajikan Sendiri Harus Didaftarkan? 

Terkait produk ditujukan untuk distribusi langsung kepada konsumen, maka produk diarahkan  untuk didaftarkan dengan melengkapi pencantuman informasi pada label berupa nama jenis,  komposisi, dan lain-lain sesuai persyaratan pada label pangan olahan

Apakah Produk Private Label (mencantumkan Logo Hotel, Maskapai Penerbangan, Dan Sebagainya) Harus Didaftarkan Terpisah Dari Produk Dengan Merek Yang Sama Dan Bukan Private Label? Apakah Ada Prosedur Khususnya? 

Private Label harus didaftarkan secara terpisah (daftar baru). Prosedur dan persyaratannya  sama seperti pendaftaran baru, namun ditambah surat kerjasama 

Apakah Pangan Olahan Yang Sedang Dalam Proses Pendaftaran Di BPOM Dapat Diperjualbelikan/ Diedarkan? 

Produk yang sedang dalam proses pendaftaran di BPOM tidak dapat diperjualbelikan/diedarkan, sehingga jika terdapat produk yang sedang dalam proses  pendaftaran dan belum mendapatkan nomor izin edar diperjualbelikan di pasaran, produk  tersebut termasuk ke dalam produk ilegal. 

Bagaimana Cara Pendaftaran Pangan Yang Diproduksi Oleh Industri Rumah Tangga?

Pangan yang diproduksi oleh industri rumah tangga harus memiliki sertifikat produksi pangan  industri rumah tangga sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Apakah Semua Jenis Pangan Dapat Didaftarkan Untuk Memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP IRT) 

Tidak. 

Jenis pangan yang dapat didaftarkan untuk memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri  Rumah Tangga (SPP IRT) tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM No. 22 Tahun 2018  tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga 

Apa Bentuk Persetujuan Pendaftaran Pangan Olahan Yang Dikeluarkan Oleh Badan POM? 

Bentuk persetujuan pendaftaran berupa Surat Izin Edar dengan mencantumkan nomor izin  edar, untuk pangan olahan produksi dalam negeri berupa tulisan BPOM RI MD yang diikuti  dengan digit angka, dan untuk pangan olahan produksi luar negeri berupa tulisan BPOM RI ML  yang diikuti dengan digit angka 

Berapa Lama Masa Berlaku Izin Edar? 

Izin Edar berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang melalui Pendaftaran Ulang. Izin  Edar yang telah habis masa berlakunya dinyatakan tidak berlaku 

Apakah Nomor Izin Edar Akan Tetap Berlaku Selama 5 (lima) Tahun Untuk Pangan Olahan Yang Didaftarkan Berdasarkan Perjanjian Atau Penunjukan Jika Masa Berlaku Dokumen Tersebut Kurang Dari 5 (lima) Tahun? 

Nomor Izin Edar (NIE) pangan olahan yang didaftarkan dan diedarkan berdasarkan perjanjian  atau penunjukan atau sertifikasi atau dokumen lain sejenis dengan masa berlaku kurang dari 5 (lima) tahun tetap berlaku 5 tahun dengan catatan sebelum dokumen tersebut di atas berakhir  masa berlakunya, pendaftar harus memperbaharui dan mengupload dokumen-dokumen tersebut ke dalam sistem. Apabila ketentuan tersebut tidak dipenuhi oleh pendaftar, maka NIE  berakhir sesuai dengan masa berlakunya dokumen tersebut 

Apa Arti Dari Digit Angka Pada NIE Produk Pangan? 

Sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM No 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan  Olahan Pasal 75 ayat (3) disebutkan digit angka berisi informasi identitas pangan olahan yang  meliputi perusahaan, lokasi produsen, nomor urut produk, jenis kemasan, dan jenis pangan.

Bagaimana Ketentuan Pemberlakuan Izin Edar Untuk Pendaftaran Single MD?

Ketentuan pemberlakuan izin edar untuk pendaftaran Single MD adalah sebagai berikut: 

1. Izin Edar diberikan untuk masing-masing lokasi sarana produksi dengan Nomor Izin Edar  yang sama. 

2. Izin Edar untuk sarana produksi yang pertama diterbitkan sesuai dengan ketentuan yang  berlaku. 

3. Masa berlaku Izin Edar Pangan Olahan untuk sarana produksi yang didaftarkan selanjutnya  mengikuti masa berlaku Izin Edar yang diterbitkan untuk sarana produksi yang pertama  didaftarkan. 

Bagaimana Kriteria Pengajuan Single MD? 

Pemberian satu nomor izin edar (Single MD) hanya dapat dilakukan untuk satu pangan olahan  yang diproduksi oleh perusahaan yang memiliki beberapa sarana produksi di lokasi berbeda di  wilayah Indonesia yang memiliki kesamaan dalam hal: 

• Komposisi; 

• Kualifikasi bahan baku; 

• Proses produksi; 

• Nama perusahaan yang mendaftarkan dengan nama perusahaan yang memiliki sarana  produksi, dan 

• Desain label pangan olahan. Dalam hal Label produk Single MD mencantumkan keterangan  halal, maka seluruh sarana produksi produk tersebut harus tersertifikasi halal 

Apakah Untuk Mendaftarkan Pangan Olahan Dikenai Biaya Pendaftaran?

Ya. 

Biaya pendaftaran mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2017 tentang Jenis  dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas  Obat dan Makanan 

Bagaimana Tata Cara Pembayaran PNBP Pendaftaran Pangan Olahan?

Tata cara pembayaran PNBP pendaftaran pangan olahan adalah sebagai berikut:

a. Pendaftar yang mengajukan permohonan pendaftaran melalui e-registration dan telah  memasuki status “Pendaftar – Pembayaran SPB/HPR” akan mendapatkan Surat Perintah  Bayar (SPB) yang berisi 15 digit nomor billing ID MPN G2. 

b. Pembayaran PNBP pendaftaran pangan olahan dapat dilakukan dengan menggunakan 15  digit nomor billing ID MPN G2 melalui teller, ATM, internet banking, mobile banking maupun  EDC di bank yang telah ditunjuk. 

c. Pembayaran diberlakukan hanya menggunakan sistem single payment, sedangkan sistem  multi payment tidak diberlakukan. Pembayaran PNBP dengan menggunakan billing ID MPN C2  tidak dikenakan biaya administrasi bank selama pembayaran dilakukan di bank yang telah ditunjuk. 

d. Billing ID dalam SPB akan kadaluarsa dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal  penerbitan SPB. Apabila dalam batas waktu tersebut tidak dilakukan proses pembayaran, maka  billing ID tersebut dianggap batal dan dihapus dari sistem. 

e. SPB yang telah dibayarkan, apabila di preview kembali akan memuat informasi NTPN dan  statement LUNAS. 

Mengapa Pembayaran SPB E-registration Pangan Olahan Tidak Dapat Memilih Multi Payment? 

Karena telah terkoneksi Sistem MPN G2 Simponi dengan e-registration pangan olahan untuk  pembayaran PNBP Pendaftaran Pangan Olahan dimana hanya diberlakukan sistem single

Apa Saja Jenis Registrasi Pangan Olahan? 

Jenis Registrasi Pangan Olahan meliputi: 

1. Registrasi Baru 

2. Registrasi Variasi 

3. Registrasi Ulang 

Bagaimana Cara Melakukan Registrasi Pangan Olahan? 

Registrasi Pangan Olahan dilakukan dengan cara elektronik/ berbasis web melalui https://e reg.pom.go.id

Sarana