BBPOM di Bandar Lampung Dukung GERMAS di Pondok Pesantren Berbasis Ramah Anak

15-10-2024 Balai Besar/Balai POM Dilihat 606 kali

Lampung - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung turut serta dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) bagi Pondok Pesantren Berbasis Ramah Anak Tahun 2024 yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu, di RM Radja Pindang Andalas Resto, Gadingrejo, Pringsewu pada Kamis (10/10/2024). 

BBPOM di Bandar Lampung hadir sebagai narasumber dan memberikan edukasi mengenai keamanan pangan di pondok pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan dihadiri oleh 53 peserta pada hari pertama dan 53 peserta pada hari kedua yang merupakan perwakilan beberapa pondok pesantren di Kabupaten Pringsewu. 

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah, Heri Iswahyudi yang mewakili PJ. Bupati Pringsewu, Marindo Kurniawan. Dalam sambutannya, Heri memaparkan bahwa salah satu pilar untuk membangun Indonesia Emas 2045 adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Menurutnya pondok pesantren merupakan salah satu tempat untuk mencetak SDM yang unggul, cerdas, dan berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. 

Untuk menjadi SDM yang unggul dan menguasai IPTEK tentunya harus bisa memahami dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan salah satunya yaitu ilmu tentang kesehatan yang harus dipahami dan diaplikasikan. Salah satunya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat. Seperti perilaku hidup bersih dan sehat, mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular, dan mendukung program infrastruktur berbasis masyarakat. 

BBPOM di Bandar Lampung hadir sebagai narasumber dan memberikan sosialisasi mengenai keamanan pangan di pondok pesantren. Pangan yang sehat dan tidak mengandung bahan berbahaya adalah salah satu komponen yang sangat penting untuk melahirkan SDM unggul. Untuk itu BBPOM di Bandar Lampung turut mengedukasi peserta bagaimana mengenali ciri-ciri pangan yang aman dan mengandung bahan berbahaya, sehingga peserta bisa secara mandiri dan cerdas memilih pangan yang sehat untuk dirinya sendiri ataupun menularkannya kepada orang lain.

Pondok pesantren diharapkan bisa mengaplikasikan GERMAS, GERMAS bisa dimulai dari diri sendiri hingga bisa menularkan kepada orang lain sehingga terwujud lingkungan pondok pesantren yang sehat dan nyaman menjadi tempat belajar dan melahirkan generasi emas. (GAH)

Sarana