Balai Besar POM di Bandar Lampung terus berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat terkait keamanan obat dan makanan. Kali ini, bekerja sama dengan Tokoh Masyarakat Anggota Komisi IX DPR RI, BBPOM melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Kecamatan Tanjung Senang, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Matow Way Hurik ini diikuti oleh 200 warga yang didominasi oleh kelompok ibu rumah tangga. Pemilihan sasaran ini dinilai strategis karena ibu memiliki peran sentral dalam pemenuhan gizi keluarga dan pengasuhan anak pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting. Dalam sambutannya, narasumber menekankan bahwa stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak serius pada perkembangan otak dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu determinan penting dalam pencegahannya adalah pengetahuan masyarakat dalam memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi seimbang.
Ketua Tim Infokom BBPOM di Bandar Lampung, Sri Wulan Mega, S.Farm., Apt., memaparkan materi mengenai Stunting dan Keamanan Pangan, cara cerdas memilih produk melalui konsep Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Masyarakat juga diajak untuk tidak tergiur harga murah pada produk obat dan makanan yang belum jelas legalitasnya. “Penting bagi masyarakat untuk memastikan setiap produk pangan olahan yang dikonsumsi memiliki izin edar BPOM (MD/ML). Kami juga melakukan simulasi penggunaan aplikasi BPOM Mobile agar warga bisa mandiri mengecek nomor izin edar produk hanya dengan memindai 2D Barcode,” jelas Sri Wulan Mega.
Selain pemaparan materi, peserta diperlihatkan pajangan contoh produk pangan mengandung bahan berbahaya yang dilarang seperti Formalin, Boraks, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B sebagai edukasi visual. Berdasarkan survei yang dilakukan di akhir acara, kegiatan ini meraih indeks efektivitas sebesar 97,31, yang masuk dalam kategori Sangat Efektif. Peserta menunjukkan pemahaman yang sangat tinggi, terutama pada konsep dasar stunting dengan capaian jawaban benar mencapai 100% pada instrumen evaluasi.
Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Tanjung Senang semakin berdaya menjadi konsumen cerdas yang mampu melindungi diri dan keluarga dari risiko obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang bebas stunting.