BBPOM di Bandar Lampung Siapkan Agen Khusus Bentengi Program MBG dari Risiko Keracunan

15-07-2026 Bandar Lampung Dilihat 41 kali

BANDAR LAMPUNG – Kesehatan dan keselamatan generasi penerus bangsa kini menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditunda. Menyusul komitmen pemerintah dalam meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung bergerak cepat membangun ini benteng pertahanan dari hulu ke hilir guna mengantisipasi dan mencegah risiko Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP). 

 

Program MBG merupakan wujud nyata dari Asta Cita ke-4 Pemerintah yang berfokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Kendati demikian, pendistribusian makanan dalam skala masif dan masif secara nasional membawa tantangan tersendiri. Berdasarkan data empiris dari Badan POM hingga Desember 2025, tercatat ada 219 kasus KLB-KP yang dilaporkan di seluruh Indonesia. Fenomena ini layaknya gunung es yang menyimpan risiko tersembunyi apabila perilaku penanganan pangan di tingkat konsumen akhir masih diwarnai kekeliruan (mishandling). 

 

Merespons situasi kritis ini, BBPOM di Bandar Lampung menjadwalkan agenda strategis berupa Kegiatan Advokasi Lintas Sektor Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan yang akan diselenggarakan secara luring pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Aula GALAKSI BBPOM di Bandar Lampung. Langkah ini diambil secara presisi mengingat Provinsi Lampung masuk ke dalam lokus intervensi prioritas nasional tahun 2026, di mana Kota Bandar Lampung dipilih menjadi pilot project berdasarkan pemetaan tingkat korban kasus keracunan pangan tertinggi di wilayah tersebut. 

 

"Budaya keamanan pangan tidak bisa dibentuk sendirian. Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi lintas sektor yang berada di garda terdepan masyarakat. Kita harus menciptakan sebuah Ekosistem Pelindung yang andal untuk memastikan setiap butir nasi dan lauk yang dikonsumsi anak-anak kita sepenuhnya aman dan bermutu," ungkap Bagus Heri Purnomo, Kepala BBPOM di Bandar Lampung. 

 

Mengapa Edukasi di Tingkat Akar Rumput Menjadi Kunci?

Mengandalkan pengawasan terpusat pada penyedia atau dapur produksi saja dinilai tidak lagi cukup. Mengacu pada amanat Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG serta Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019, pemberdayaan masyarakat langsung di akar rumput adalah kunci utama pertahanan pangan yang paling efektif dan efisien (cost-effective).  Melalui program inovatif ini, BBPOM akan mencetak ribuan agen perubahan formal yang disebut Kader Keamanan Pangan. Para kader ini akan dibagi menjadi dua klaster utama, yakni Klaster Sekolah yang melibatkan guru, pembina UKS, dan pengelola kantin, serta Klaster Posyandu yang menggandeng tokoh organisasi kemasyarakatan seperti Tim Penggerak PKK. Selama tiga bulan penuh, para kader terpilih ini akan diterjunkan langsung untuk mengedukasi siswa sekolah serta kelompok rentan di posyandu (ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu balita). 

 

Strategi 5 Pilar Pertahanan dan Digitalisasi Pengawasan

Edukasi yang diberikan tidak sekadar teori, melainkan berbasis praktik interaktif, permainan, dan simulasi yang menyenangkan. Para kader dibekali dengan kurikulum komprehensif yang mencakup 5 Langkah Pasti Keamanan Pangan MBG, prosedur higienis penerimaan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga tata kelola darurat mitigasi krisis jika terjadi KLB-KP. Menariknya, program ini juga mengadopsi kemajuan teknologi digital. Komunitas sekolah dan masyarakat umum akan dilatih menggunakan aplikasi BPOM Mobile serta dibimbing cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING) secara jeli. Pemantauan dan pelaporan rutin pun dilakukan secara real-time via platform digital dan grup koordinasi guna memastikan intervensi ini berdampak nyata terhadap perubahan perilaku harian masyarakat. 

 

Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, jajaran Puskesmas, hingga Kepala Sekolah dari berbagai tingkatan di Kota Bandar Lampung, kegiatan advokasi ini diharapkan memicu komitmen politik serta rencana aksi terpadu yang solid. Rasa aman saat menyantap makanan bergizi adalah hak mutlak setiap anak. Kolaborasi hari ini adalah investasi terbaik demi terwujudnya generasi emas esok hari yang sehat, cerdas, bebas stunting, dan berdaya saing global. 

 

Sarana