Indonesia merupakan negara penyumbang terbesar ke-2 kasus tuberkulosis di dunia, dibawah India. Sekitar 100.000 warga Indonesia meninggal setiap tahun karena tuberkulosis. Pada tahun 2024, insidensi penyakit tuberkulosis di Indonesia mencapai 382 orang per 100.000 penduduk. Masalah utama insidensi yang tinggi disebabkan karena pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih sangat rendah di seluruh wilayah Indonesia. TPT kontak serumah di Propinsi Lampung masih rendah yaitu sebesar 10% pada tahun 2025.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penanggulangan Tuberkulosis di Provinsi Lampung, BBPOM di Bandar Lampung hadir dalam acara peluncuran Website Peduli TB Lampung yang diadakan pada Hari Jum’at tanggal 4 September 2026 di Hotel Emersia Bandar Lampung. Website tersebut diluncurkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Octavianus. Website Peduli TB Lampung merupakan inovasi hasil kolaborasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai bagian dari penguatan upaya penanggulangan TB di daerah.
Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui laman peduli-tb.lampungprov.go.id. Website ini menyediakan informasi mengenai tuberkulosis, fasilitas skrining awal secara mandiri, serta informasi akses layanan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan skrining, masyarakat cukup membuka laman Peduli TB Lampung melalui browser, mengisi data diri, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan terkait gejala mayor dan minor TB. Setelah proses tersebut selesai, hasil skrining akan langsung ditampilkan sebagai langkah awal untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Selain melalui peluncuran website Peduli TB Lampung, diperlukan juga kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pencegahan tuberkulosis di Provinsi Lampung. Balai Besar POM di Bandar Lampung siap mendukung program Peduli TB Lampung melalui pengawasan efikasi, keamanan, dan mutu obat tuberkulosis yang beredar di masyarakat.