Dari Kader untuk Sekolah: Menguatkan Budaya Keamanan Pangan di Lampung Selatan

15-10-2026 Umum Dilihat 29 kali

Lampung Selatan – BBPOM di Bandar Lampung melakukan evaluasi efektivitas pemberdayaan Kader Keamanan Pangan Sekolah (KKPS) di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025. Evaluasi ini bertujuan untuk melihat capaian program dalam meningkatkan pengetahuan serta mendorong pembudayaan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Pangan yang aman merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan peserta didik sekaligus mendukung proses belajar. Mengingat siswa mengonsumsi makanan dan minuman dari rumah, kantin, maupun penjaja di sekitar sekolah, diperlukan upaya berkelanjutan untuk membangun kebiasaan memilih dan mengonsumsi pangan yang aman. Dalam hal ini, KKPS berperan sebagai penggerak edukasi dan penghubung antara sekolah, siswa, orang tua, serta pengelola kantin.

Sebagai bagian dari program tersebut, BBPOM di Bandar Lampung telah melaksanakan bimbingan teknis KKPS pada 22 Mei 2025. Kegiatan ini menjangkau seluruh sekolah sasaran, yaitu sebanyak 12 sekolah atau mencapai 100% dari target yang ditetapkan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti bimbingan teknis. Dari 39 kader yang dievaluasi, nilai rata-rata meningkat dari 77,95 pada pre-test menjadi 88,97 pada post-test, atau naik sebesar 11,03 poin. Sebanyak 31 kader mengalami peningkatan nilai, tujuh kader memperoleh nilai tetap, dan satu kader mengalami penurunan.

Peningkatan juga terlihat pada peserta didik. Dari 177 siswa yang mengikuti pengukuran, nilai rata-rata meningkat dari 66,33 menjadi 81,47, atau naik 15,14 poin. Sementara itu, hasil monitoring terhadap 12 sekolah menunjukkan nilai rata-rata checklist self-assessment sebesar 84,92, dengan rentang nilai 77 hingga 97. Hasil ini menjadi gambaran awal mengenai capaian sekolah dalam mendukung penerapan keamanan pangan di lingkungan pendidikan.

Meski menunjukkan hasil yang positif, pembudayaan keamanan pangan tidak cukup hanya melalui peningkatan pengetahuan. Diperlukan penerapan praktik keamanan pangan dalam kegiatan sehari-hari, dukungan pimpinan sekolah, keterlibatan orang tua dan pengelola kantin, serta pemantauan secara berkala. Oleh karena itu, evaluasi merekomendasikan penguatan rencana aksi sekolah, pengukuran praktik nyata, dan validasi data agar perkembangan program dapat dipantau secara berkelanjutan.

Melalui evaluasi ini, BBPOM di Bandar Lampung diharapkan dapat terus memperkuat pemberdayaan KKPS sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman pangan. Dengan kader yang aktif dan dukungan seluruh warga sekolah, budaya memilih dan mengonsumsi pangan yang aman diharapkan semakin tumbuh, sehingga kesehatan peserta didik terlindungi dan proses belajar dapat berlangsung secara optimal.

Sarana