Gandeng ITERA, BBPOM di Bandar Lampung Siap Pacu Hilirisasi Hasil Riset dan Kewirausahaan Mahasiswa dibidang Obat dan Makanan

27-07-2026 Umum Dilihat 59 kali

BANDAR LAMPUNG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung terus berkomitmen memperluas jangkauan perlindungan masyarakat sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal berbasis riset dan inovasi. Menggandeng Institut Teknologi Sumatera (ITERA), BBPOM di Bandar Lampung resmi menjajaki kerja sama strategis untuk mendorong hilirisasi produk inovasi riset serta pengembangan kewirausahaan mahasiswa di bidang obat, bahan alam, pangan olahan, hingga kosmetik.

Pertemuan penting tersebut dikemas dalam agenda Audiensi dan Penjajakan Kolaborasi yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Utama ITERA pada Senin (27/07/2026). Rombongan BBPOM di Bandar Lampung dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM, Bagus Heri Purnomo, S.Si., Apt., bersama jajaran tim teknis, disambut secara resmi oleh Rektor ITERA, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., beserta jajaran pimpinan rektorat dan fakultas.

Menghubungkan Potensi Akademik dengan Standar Regulasi

Sinergi antara otoritas pengawas Obat dan Makanan dengan perguruan tinggi ini menjadi langkah krusial untuk menjembatani ide-ide kreatif serta hasil laboratorium agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah semata, melainkan mampu menembus pasar komersial dan dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat luas. Melalui kolaborasi ini, BBPOM di Bandar Lampung siap hadir memberikan pendampingan teknis sejak dini. Bentuk dukungan tersebut meliputi penguatan pemahaman standar keamanan dan mutu, konsultasi prosedur standardisasi, fasilitasi legalitas, hingga pendampingan sertifikasi dan izin edar produk. Langkah pendampingan dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat memangkas hambatan regulasi yang sering dialami penemu muda dan wirausahawan mahasiswa.

Dorong Kewirausahaan Mahasiswa Lewat Inovasi Layanan Baru BBPOM dan Solusi Kendala Institusi

Dalam mendukung perkembangan kewirausahaan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi, BBPOM di Bandar Lampung memperkenalkan inovasi layanan baru yang berfokus untuk mempercepat dan mempermudah pendampingan bisnis mahasiswa. Melalui inovasi ini, para mahasiswa yang merintis usaha di bidang  pangan olahan, obat herbal, maupun kosmetik akan mendapatkan pendampingan teknis hingga asistensi regulasi (coaching clinic) sejak dini. Pendampingan ini mencakup sertifikasi sarana produksi hingga proses izin edar.

Inovasi tersebut hadir sebagai solusi atas tantangan utama wirausaha pemula di kalangan mahasiswa yang sering terkendala dalam memenuhi standar legalitas dan keamanan produk. Dengan pendampingan terstruktur dari BBPOM, karya riset dan ide bisnis inovatif mahasiswa tidak berhenti di level purwarupa (prototype), melainkan siap diproduksi secara massal dan dilepas ke pasaran secara aman, legal, serta berdaya saing.

Namun, pengembangan kewirausahaan di ITERA saat ini masih menghadapi tantangan kelembagaan. Status ITERA yang masih berupa PTN Satker (perseorangan) dan belum menjadi Badan Layanan Umum (BLU) membuat pihak institusi belum dapat mendaftarkan badan usaha secara langsung untuk memayungi produk-produk inovasi tersebut. Menanggapi kendala ini, Rektor ITERA melontarkan gagasan strategis, salah satunya dengan menjajaki pembentukan wadah berupa koperasi kampus agar pendaftaran dan tata kelola bisnis hasil karya mahasiswa serta peneliti dapat tetap berjalan sesuai ketentuan legal yang berlaku.

Dukungan bagi Gagasan Satu Prodi Satu Produk

Komitmen BBPOM di Bandar Lampung selaras dengan visi Rektor ITERA yang mencanangkan gerakan inovatif Satu Prodi Satu Produk. Melalui program ini, setiap program studi di ITERA didorong untuk memformulasi riset terapan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual, baik melalui skema Tugas Akhir mahasiswa maupun kegiatan kewirausahaan kampus. "Kami ingin riset dan inovasi di ITERA dapat memberikan dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat. Sebagaimana misi Kampus Berdampak Kemdiktisaintek yang tidak hanya berdampak secara adaptasi teknologi melainkan juga masyarakat," tegas Rektor ITERA, Elfahmi. Fokus utama hilirisasi ini mencakup sektor rekayasa obat, produk berbasis bahan alam lokal, pangan olahan aman, hingga inovasi kosmetika seperti produk karya mahasiswa Prodi Rekayasa Kosmetik yang berpotensi tinggi dikembangkan di wilayah Lampung.

Langkah Konkret dan Payung Kerja Sama Legal

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun payung kerja sama resmi (MoU / Nota Kesepahaman) yang akan memayungi berbagai program implementatif, antara lain:

  • Pendampingan legalitas dan pendaftaran izin edar bagi produk kewirausahaan mahasiswa.

  • Pelatihan standardisasi keamanan pangan dan kosmetik bagi peneliti/dosen.

  • Program magang dan penguatan kompetensi mahasiswa di lingkungan BBPOM di Bandar Lampung.

  • Edukasi bersama kepada masyarakat mengenai Obat dan Makanan Aman.

Dengan adanya sinergi ini, BBPOM di Bandar Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator dan pendamping aktif yang mendorong tumbuh kembangnya produk inovasi lokal berdaya saing tinggi, aman, dan berlegalitas resmi demi kesejahteraan masyarakat Lampung dan Indonesia.

Sarana