Bandar Lampung – Sinergi lintas lembaga terus diperkuat dalam upaya mewujudkan Akselerasi Asta Cita untuk mendorong kemandirian bangsa melalui sektor ekonomi kreatif. Hal ini terlihat dalam kegiatan Gebyar UMKM Mitra Adhyaksa, yang digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung pada 17–19 Oktober 2025 di Gedung Graha Mandala, Bandar Lampung.
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara Kejari Bandar Lampung, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung, dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dalam mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berdaya saing.
BPOM Lampung turut memeriahkan kegiatan ini dengan menghadirkan layanan informasi, pengaduan, serta konsultasi sertifikasi sarana produksi bagi UMKM yang ingin mendaftarkan produknya. Pengunjung juga mendapat kesempatan melihat langsung contoh produk pangan dan obat yang tidak memenuhi ketentuan sebagai sarana edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan produk yang dikonsumsi.
Tak hanya itu, inovasi dari dunia akademik juga turut mewarnai acara ini. Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan ITERA memperkenalkan produk inovatif bernama Sari Periuk, minuman probiotik berbahan dasar sari tempe dengan tambahan ekstrak jeruk. Produk ini menggabungkan kaya protein nabati dari tempe dengan vitamin C dari jeruk, menghasilkan minuman fungsional yang bergizi sekaligus mempertahankan cita rasa autentik pangan tradisional Indonesia.
Kreativitas mahasiswa ini tidak hanya mendukung pengembangan UMKM, tetapi juga sejalan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (World Food Day) yang jatuh pada 16 Oktober, yang kali ini mengangkat tema “Inovasi Pangan Tradisional Indonesia dengan Mengutamakan Keamanan dan Keseimbangan Gizi.”
Melalui sinergi antara Kejari Bandar Lampung, BBPOM Bandar Lampung, dan kalangan akademisi, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak akselerasi ekonomi kreatif di Provinsi Lampung, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui UMKM yang inovatif, aman, dan berdaya saing global.